Monday, June 29, 2009

HIKAYAT SANG POHON CANTIK



Nun, di sebuah hutan belantara tumbuhlah sebatang pohon yang memiliki keunikan tersendiri dibanding jutaan pohon lainnya. Ia memiliki batang yang sangat lurus, akarnya yang kokoh, serta aroma yang harum, semerbak, memenuhi seluruh isi hutan.Sehingga tak heran, banyak sekali para pencari kayu bakar yang merasa tertarik karenanya. Bahkan tak sedikit yang beritikad baik untuk turut memelihara keberadaannya nya. Dengan senang hati mereka membiarkan pohon tersebut tetap tumbuh. Tak jarang pula mereka menyempatkan diri untuk menyiraminya dengan air yang di dapat dari lubuk bening di pinggiran hutan. Semua itu mereka lakukan dengan penuh harap, suatu saat kelak, di alam yang mulai penuh dengan kerusakan ini,
Sang Pohon Cantik akan tumbuh dengan sejuta pesona. Memberikan warna perubahan bagi siapa saja, untuk lebih mencintai lingkungan mereka dan berhenti membuat kerosakan.

Sementara bagi para penebang liar, keberadaan pohon cantik itu sangatlah mengganggu. Mereka sadar, apabila pohon tersebut tumbuh dengan baik, maka akan banyak perhatian yang tertuju kepada hutan itu. Perhatian yang tentu saja membuat langkah mereka semakin sulit dalam membuat kerosakan hutan. Para penebang liar itu berikrar, mereka akan memindahkan pohon cantik itu ke halaman rumah-rumah mereka. Tetapi kalau tujuan itu tidak tercapai, maka mematikannya adalah cara terbaik yang harus mereka tempuh.
Beruntung, pohon cantik tersebut mendapat penjagaan yang sangat ketat dari para pencari kayu bakar yang baik hati. Mereka secara bergiliran mengiring jalannya pertumbuhan Sang Pohon dengan sangat waspada. Terlebih, pohon tersebut rupanya memiliki akar yang dapat merambat dengan cepat. Sehingga sari-sari makanan yang ada dalam tanah dapat diserap dengan baik. Demikian juga dengan air yang ada, dapat dimaksimalkan oleh Sang Pohon untuk menopang kehidupannya.

Singkat cerita, pohon tersebut telah tumbuh besar, daunnya yang rimbun menghijau membuat mata tak lelah untuk memandang, dari dahan-dahannya semerbak harum yang menyaput seantero hutan, dan satu lagi, pohon cantik tersebut memiliki buah yang sangat manis. Selain dapat menghilangkan dahaga, juga dapat mengenyangkan bagi para penikmatnya. Terasalah berkah Sang Pencipta bagi para pencari kayu bakar, meskipun para penebang liar masih saja mencari celah untuk selalu meruntuhkan keberadaannya.

Namun, demikianlah kudrat keberadaan setiap makhluk yang hidup dan tumbuh di atas muka bumi ini, tak satupun yang abadi! Tak terkecuali dengan keadaan pohon cantik yang disanjung para pencari kayu bakar dan seluruh penghuni hutan. Pada suatu sore, ketika langit mulai gelap, anginpun kencang berhembus. Pucuk pohon cantik bergoyang dengan hebatnya. Ia sekuat tenaga mengimbangi keadaan yang setiap saat bisa mematahkannya.Sang Pucuk terus bergerak, awalnya hanya berniat untuk mempertahankan diri dari keadaan alam yang ia hadapi. Tetapi kelamaan ia sadar, bahwa sebenarnya ia dapat mengatasi sepenuhnya serangan angin tersebut. Ia yakin benar telah ditopang akar yang kuat, dan dahan-dahan yang kokoh, serta dedaunan yang dapat menahan laju angin dengan sempurna.Karena keyakinannya itulah tiba-tiba ia membuat sebuah gerakan yang tidak disangka-sangka oleh Sang Akar yang sekuat tenaga mencengkram tanah. Sang Pucuk menari, bukan hanya mengikuti arah angin, namun terkadang ia membuat gerakan yang membingungkan Sang Akar dalam mempertahankan keseimbangannya.
Dan, Sang Akarpun mengeluarkan protesnya;"Hai, pucuk. Berhentilah menari! Aku bingung melihatmu!""Kenapa mesti bingung, Akar? Aku tahu benar situasi yang ada. Ikut sajalah!""Mana bisa aku ikut, kalau kamu susah diikuti""Percayalah, akar. Aku diatas mampu melihat semuanya. Bukan hanya batang, daun, dan kau akarku sendiri. Tetapi jarak puluhan kilo di sekeliling kitapun bisa aku lihat""Hai, apa salahnya aku mengingatkanmu, pucuk?""Kau salah akar, harusnya kau ikut saja apa kataku. Karena posisimu di bawah, dan kau tidak tahu apa-apa tentang dunia ini!""Aha…angkuh nian kau, pucuk! Kalaulah tak ada aku, mana mungkin kau bisa berada di atas sana!""Sudahlah, kenapa kalian malah bertengkar, hah?!" Sang Daun menengahi suasana yang semakin memanas."Karena dia mulai bertingkah, daun!" akar mengarahkan serabutnya kepada Sang Pucuk."Apa urusanmu, akar?! Ikuti sajalah kataku, dan kau akan selamat""Apa kalian lupa, hah? Kalian itu saling membutuhkan! Tak akan ada kehidupan kalau tidak aku, kau, dan si akar itu. Sadarlah, kawan!" Sang Daun kembali berkata-kata dengan perasaan yang gundah.
Perdebatan demi perdebatan terus bergilir di antara keduanya. Sang Pucuk tak merasa harus mengalah sedikitpun terhadap Sang Akar. Ia merasa bahwa dialah segalanya. Ia merasa ditakdirkan Tuhan untuk berada di atas dengan segala penglihatannya yang luas akan dunia ini. Ia merasa Tuhan telah memberikan kewenangan mutlak kepadanya untuk berbuat sesuka hati. Sementara, Sang Akar merasa kecewa, Sang Pucuk telah mengambil langkah yang keliru dalam melaksanakan upaya menjaga kelangsungan hidup seluruh bagian pohon tersebut. Dan, Sang Daun yang berusaha menengahi perdebatan itupun tak kuasa meredam keduanya, meski ia tak pernah merasa lelah untuk mendamaikan perseteruan dua saudara satu tubuh itu.Waktu yang digariskan mungkin saja telah tiba, karena perdebatan yang berlarut itu, Sang Akar bermalas-malasan untuk menyerap air dan zat-zat yang dibutuhkannya. Demikian juga Sang Daun, karena kelelahan melerai kedua saudaranya, ia lupa untuk mengolah makanan meski matahari terus bersinar sepanjang hari. Dan, Sang Pucuk rupanya semakin terlena. Ia tidak menyadari dua saudara dibawahnya sudah mengalami gangguan. Ia tetap berlenggok mengikuti arah angin dengan irama yang sekenanya.Hingga tibalah saat dimana angin justru berhembus dengan sangat perlahan. Sang Pucuk terlena karena desirnya, ia merasakan kantuk disela-sela gerakannya yang tak beraturan, dan iapun mulai terpejam. Terlelap dalam tidur yang tidak disadarinya datang menyerang. Tubuhnya terkulai. Sang Daun yang lapar tak kuasa menahan tubuh Sang Pucuk yang datang tiba-tiba. Ia ikut terjatuh. Sementara di bawah, Sang Akar yang bermalas-malasan tak lagi memiliki cengkraman yang kuat terhadap tanah di sekelilingnya. Sang Akar tak kuasa menahan tubuh kedua saudaranya yang terjatuh lebih dulu. Ia tercabut, bercerai-berai mengakhiri kisah pohon cantik yang menyisakan cerita menyedihkan.Para pencari kayu bakar yang baik hati bermuram durja, sementara para penebang liar bergelak tawa..

Berakhirlah kisah hidup si pohon yang cantik..

Bisakah kalian memahami kisah diatas??riwayat hidup sebatang pohon yang cantik yang akhirnya gugur kebumi dalam keadaan dirinya yang tercabut dan bercerai-berai..matinya ia bukan kerana angin yang kencang..bukan jua kerana perbuatan si penebang liar tetapi..bilamana juzuk juzuk yang membentuk dirinya saling bermusuhan..maka ia mati dengan sangat menyedihkan..

Al-kisah diatas bukan hanya sekadar cerita sebatang pohon tapi ia diibaratkan dengan kehidupan kita sendiri sebagai manusia..bilamana ramainya manusia hari ini yang saling bermusuhan antara satu sama lain..

Ibaratkan pohon yang cantik ini sebagai diri kita sendiri sebagai pejuang-pejuang agama..bilamana kita bersatu..maka akan gemilanglah Islam dimata dunia..tetapi,andai kita saling bermusuh..bagaimanakah martabat Islam bisa dijulang??jangan sesekali biarkan diri kita sendiri menjadi penyebab untuk jatuhnya Islam..kerana dengan permusuhan antara kita maka untunglah mereka –mereka yang ingin mengambil kesempatan disebalik permusuhan itu..

fikir-fikirkan..renung-renungkan..

Thursday, May 7, 2009

RINDUNYA ZAMAN ITU..


“Abang..cuba tengok angah..ada tak kat bawah katil??”

ibuku mengarahkan adik lelakiku mencariku..

dari bawah katil..aku sudah mendengar jeritan ibu..aku yang sememangnya berada di bawah katil cepat2 menutup tubuhku yang kecil dgn bantal yang memang sengaja aku bawak sekali di bawah katil..

tak lama kemudian,adik lelakiku yang sulung menjerit..

“takde mak..ada bantal je..”
”aku tersengih sendirian..yeye..abang tak nampak angah..hihi”

”ada..dia nyorok antara bantal2 tu..”

”Ya Allah...angah...kenapa duduk bawah katil tu..
kan sejuk..” terkejut aku dibuatnya..bile plak lah mak aku mengintai aku dibawah katil..huhu..

Peristiwa yang berlaku sewaktu aku darjah 5..tabiatku diwaktu kecil..aku sangat suka menyorok dibawah katil..disitu tempat aku menangis..sampai tertidur-tidur..disitu juga tempat aku melepas rajukku..

Zaman kanak-kanak..zaman sek rendah.. cukup indah bagiku..aku pasti..kalian juga pasti punya zamaan kanak-kanak yang indah..mkn ada yang menyorok dipintu atau di bawah meja bila merajuk..ada yang suka main anak patung..main kawin-kawinlah..ehe..kenangan zaman kecil bile dikenang..kadang2..buat kita tersenyum sendirian..tambahan..bila ibu menceritakan gelagat kita waktu kecil..tersengih-sengih malu dibuatnya..

ya!masa itu sudah berlalu..sudah terlalu jauh..tapi,tidak terlalu jauh utk dilupakan kenangan yang terpahat..

Kadang-kadang..hatiku terusik..bilamana melihat anak-anak kecil berlari-larian..melihat sikecil yang baru belajar bertatih..tambah terusik tika mendengar ada dikalangan mrk yang terlalu petah berkata..sekalipun sesekali tidak berbutir apa yang mrk tuturkan krn masih pelat..dan masih belajar bercakap..

Satu petang..aku berjalan-jalan di kolej berdekatan..aku terpandang seorang ayah yang sedang melihat anaknya yang sedang belajar bertatih..sesekali si kecil itu terjatuh dan cepat2 si ayah mengangkatnya..manakala beberapa kanak-kanak lelaki yang lain bermain bola disitu.fikirku..kanak-kanak lelaki lingkungan umur 3-11tahun itu anaknya juga...

aku terus berhenti..geram aku melihat si kecil itu..lalu aku pergi pada si ayah dan di sikecil..

Berapa bulan ni pakcik??
11bulan..
Ooo..11 bulan..
Baru pandai jalan yek!
Haah!
Ni sume anak pak cik??
Haah!5orang semuanya..Yang besar tu yang sulung..
Aku memandang seorang budak lelaki sedang menyepak bola..fikirku mungkin umurnya dlm 10-11 tahun..

Sebenarnya..si ayah bukanlah terlalu tua..mungkin lingkungan umur akhir 30-an atau awal 40-an krn aku pernah berbual dgn isterinya..isterinya berumur 35tahun..mrk berdua pekerja di kafe..tapi,sengaja aku memanggilnya pakcik..itu lebih sesuai bagiku..

Bola yang disepak si abang terlepas dari sasaran..ia masuk ke dlm longkang..berlari-lari si kecil yang baru pandai berjalan.. mengejar bola yang dimain abang2nya..tiba-tiba datang pula abangnya yang berumur lingkungan 3tahun kiraanku..mengambil bola di dlm longkang..si kecil menangis..sambil menghulur tangan..

”Ilham..bagi adik bola..”kata si ayah..

Aku turut memujuk si abang supaya memberi bola pada adik..awalnya..si abang berat..tapi, akhirnya si abang menurut.

Eh!mana pula si ilham ni..aku mencari si abang..

rupa-rupanya dia sedang duduk di dlm longkang..aku pun tak pasti apa yang dilihatnya..

”Ilham..mari sini..kotor tu..panggil aku sambil memerhatinya yang masih tekun duduk di dalm longkang..

Si abang memandang aku..kemudian dia keluar dari longkang..ditariknya tangan aku..dibawanya aku dekat dgn longkang yang tidak berair itu..

”ulat...katanya dgn nada pelat..

Aku melihat ke dalam longkang..
oooo...ulat..patutlah asyik je dia di longkang tadi fikirku..
”tak nak main ulat ye..takut kan..nanti die gigit..”kata aku kpdnya..

Tiba-tiba aku melihat dia mengambil pasir pada pasu bunga dgn tangan..dan dia menimbus ulat itu dgn pasir...

Subhanaallah..cerdik sungguh dia..

Si abang mahu mengambli pasir lagi..tetapi,aku mencegah..

”tak nak..tak nak...kotor tangan..tak nak main dah..dah mati dah ulat..”
kata aku..

kemudian si abang terus berlari menyambung bermain bola dgn si abang..

Aku melihat mereka bermain bola..si ayah turut menyepak bola..sambil mendukung si kecil..

Tiba-tiba si ayah menyapaku..

” Berapa orang dah anak??”

Aku tersenyum..

Ke tak kawin lagi..katanya lagi..
Ye..saya tak kawin lagi..

Sem brape??
Sem 6..kataku..

Dah habis exam??
Belum..baru 3paper..waktu itu aku hanya baru selesai 3 paper..

Orang mane ni??kata si ayah lagi..
Saya orang pahang..

Ooo..orang pahang..Pahang kat mane??
Kat Rompin..

Oooo.kat rompin..
Pak cik dah pernah sampai ke??
Eh!belum..

Ni..Dah ade ke??
Ade.. ade ape??Aku diam..
Mesti dah ada..insyaallah..tak lama lah tu..
Pertanyaan ditinggal tanpa jawapan..
Tak lama kemudian..datang kawn si ayah..melihat si ayah yang berbual dgn kawannya..aku berlalu pergi..ingin memohon izin untuk berundur..tapi,melihat si ayah dan kwn sdg berckp..aku terus pulang ke rumah..

Di dalam perjalanan..aku berfikir..

Ya Allah..dah gaya isteri orang ke aku ni??agak2 isteri anak berapa yek!!aku tersenyum..t’ingat kembali persoalan si ayah yang bertanya berapa orang anakku..

Sebenrnya aku tak kisah dikatakan gaya istero org..dikatakan gaya makcik pun aku tak kisah..lagipun..aku sudah punya anak sedara..bagiku..biarlah aku kelihatan seperti seorang yang sudah dewasa..sekalipun aku bertubuh kecil..bila kadang2 orang kate..tak suke bila sambut hari lahir..sbb dah makin tua..aku tak tahu kenapa..tapi,persepsiku mkn agak berlainan..aku suka bilamana usiaku makin bertambah..semakin bertambah usia menandakan semakin banyak cabaran..semakin banyak yang perlu diketahui..selain aku berharap..agar ia menjadikan aku seorang wanita yang tahu tanggungjwb..sama ada tanggungjawab aku sbgi hamba..seorang Islam..mahupun sesama manusia..

apapun..aku tahu..si ayah fikir aku sudah berkawin..mungkin krn dia melihat aku tidak kekok melayan anak-anaknya..atau mungkin krn penampilan aku hari tu..kelihatan spt orang yang dah berkawin..

Subhanaallah..aku sudah lari topik..apa yang ingin kukongsikan bukanlah perihal diriku..tapi,tentang zaman kanak-kanak..melihat anak-anak ini..mengingat kembali zaman kecilku..dan aku rindukan zaman itu..

K,lah samapai sini dulu..entah apa yang kuceritakan..malu pula rasanya.. huhu..

Sebelum aku pergi..aku ingin ucapkan selamat bercuti untuk kalian..jumpa lagi sem depan..jika kalian rindukan sahabat kalian ini..bacalah blogku..mungkin ia bisa mengubat rindu..semoga Allah sentiasa melindungi kalian..satu pesanan dariku..ingatlah Allah setiap saat..peringatan ini untuk aku sendiri..

Sekian dariku..
Wassalam..

Seorang Insan Bernama Isteri


Menjadi seorang isteri, dambaan hati setiap wanita..siapa yang tidak mahu membina sebuah keluarga?punya suami sebagai teman setia..mahupun anak2 sebagai penyeri dan penghibur hati..seorang isteri itu bukan hanya seorang isteri untuk suami..tapi dia juga mungkin ibu bagi anak-anak..menjadi tempat untuk anak-anak menggantung kasih..boleh jadi seorang anak buat kedua ibu bapa yang melahirkan..boleh jadi seorang kakak..adik..atau mungkin seorang guru..doktor..kerani..jururawat mahupun suri rumah sepenuh masa..tapi,seorang isteri itu punya tanggungjawab yang besar terhadap suaminya..masakan tidak..syurga isteri itu letaknya dibawah tapak kaki suami..itulah insan bernama isteri..sayap kiri suami..

tapi..bagaimana caranya untuk menjadi seorang isteri yang diredhoi Allah??

bila mengingat kembali peristiwa Isra' dan Mikraj..tidakkah hati wanita terusik??tika mengingat kembali peristiwa dimana Rasullallah SAW sendiri mendapat gambaran betapa ramainya wanita di dalam neraka??Persoallanya..kenapa ramai wanita masuk neraka??bukankah wanita itu sebenarnya mudah untuk masuk ke syurga?ia hanya perlu taat pada Allah dan Rasul..dan taat pada suaminya??

Inilah dia puncanya duhai sahabatku..

antara penyebab ramai wanita masuk ke neraka ialah krn ia derhaka pada suaminya??menjadi isteri yang tidak tahu bersyukur??

Satu kisah ingin kukongsikan..kisah ini diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi..

pada satu hari, Siti Fatimah dalam keadaan tergesa-gesa telah mendapatkan ayahnya lalu berkata..ya Rasulallah!!semalam aku bergurau dengan Ali, tanpa aku sengajakan terkeluarlah perkataan yang menyinggung perasaannya dan aku dapati mukanya kemerahan kerana menahan marah..Aku sungguh menyesal krm keterlanjuranku itu lalu aku segera meminta maaf kepadanya dengan mengelilinginya sebanyak 72kali sambil merayu agar dia memafkan aku..

Akhirnya, Ali mahu juga memafkan aku dengan tertawa tetapi aku tetap takut kepada Allah..Mendengar pengakuan anaknya itu Rasulallah SAW pun bersabda, anakku Fatimah!Demi Allah yang telah mengutusku, seandainya kamu mati sebelum Ali sempat memafkanmu, nescaya aku tidak akan menyembahyangkan kamu. Tidakkah kamu tahu kemarahan suami itu seiring dengan kemurkaan Allah!!

Wahai anakku!amal yang paling utama bagi seorang isteri ialah taat dan patuh pada suaminya dan sesudah itu tidak ada amal yang paling utama selain bermesra dengan suaminya.Duduk bersama suami itu lebih baik dari beribadah satu tahun.Wahai Fatimah!! Sesungguhnya seorang perempuan yang bermesra dengan suaminya dan memakaikan pakaian untuk suaminya dan menjga anaknya dengan baik sudah semsti syurga untuknya. Allah akan memberi padanya sebuah gedung yang beraneka kenikmatan di dalamnya..

Sahabat2ku,

Tidakkah kalian terusik dengan cerita di atas??Penyesalan Fatimah krn tanpa sengaja menyinggung hati suaminya..72kali dia mengelilingi suaminya untuk memohon maaf sehingga akhirnya Ali memafkannya sambil ketawa..sekalipun begitu..ia masih terasa takut kpd Allah..

Bilamana kita melihat ke dada-dada akhbar mahupun majalah-majalah..cerita yang banyak terpapar hari ini ialah alkisah isteri lari mengikut lelaki lain..alkisah isteri ditangkap berzina..alkisah si isteri mengherdik suami..dan pernah ana terbaca..alkisah si isteri yang menyuruh suaminya sujud ke kakinya..ya Allah, sampai begitu sekali..bisik hati ana waktu itu..tapi,itulah realiti isteri hari ini..isteri hanya pada nama..tidak benar2 memahami apa yang dikatakan dengan 'seorang insan bernama isteri'

Untuk menjadi seorang isteri cukup mudah..kita hanya perlu bernikah dgn seorang lelaki..maka bergelarlah kita seorang isteri untuknya..

tapi..untuk menjadi seorang isteri yang diredhoi Allah..itulah yang sukar..dan perlu benar2 difahami oleh setiap isteri..

Insyaallah, satu hari nanti..mungkin kita juga bakal bergelar seorang isteri..latihlah diri dari awal lagi..persiapkan diri untuk menjadi isteri yang sebenar2 isteri.. dan isteri yang diredhoi Allah..

Hanya Allah yang tahu apa yang berlaku esok..kita takkan pernah tahu apa yang berlaku nanti..andai kita rasa hari ini aku bisa menjadi isteri yang baik untuk suamiku..tapi..kita takkan pernah tahu..mungkin kita akan berubah..mungkin, Allah membolak-balikkan hati kita..krn itu kita perlu sentiasa dekat dengan Allah..berdoa padanya agar ditetapkan hati..dan menjadi seorang yang sabar dlm menempuh setiap ujian..biarlah kita susuri perjalanan hidup kita di dunia ini dengan meletakkan Allah yang teratas dlm setiap apa yang kita lakukan..insyaallah..Allah akan melindungi kita..

ya Allah ya Tuhan kami..bilamana kami menjadi seorang isteri maka jadikanlah kami isteri-isteri yang diredhoiMu..jadikan kami isteri yang sabar..isteri yang taat pada suami..isteri yang ikhlas menjalankan kewajipan seorang isteri keranaMu..juga isteri yang mendamai hati suami..tetapkan hati kami ya Allah..agar hati kami tidak berpaling padMu..

apa yang kutulis..kuharap ia dapat menjadi pengajaran untukku sendiri..krn aku juga bakal bergelar isteri..

semoga ganjaran syurga untuk kita..

Monday, April 27, 2009

kerna DIA..kerna sayang..



Duhai sahabt2ku yang aku sayangkan kalian kerana Allah..
Dengarlah suara hati sahabatmu ini..
Tidakkah kalian bisa membaca hatiku??
Betapa aku benar2 menyayangi kalian..
Kerna itu aku menegur..
kerna itu aku menasihat..

Duhai sahabat..
Tegurku bukan kerna marah..
Bukan jua kerana benci..
Inikan pula iri hati mahupun dengki..
Tapi kerana dlm hatiku..
Ada terlalu banyak rasa kasih terhadap kalian..

Sahabat2ku..
Kalian saudara seislamku..
Kalian kaum sejenisku..
Maka,aku rasa begitu bertanggugjwab melindungi maruahmu..
Aku takut andai ada yang berniat jahat terhadapmu..
melihat dirimu tanpa segan mendedahkan auratmu..
melihat dirimu merendahkan harga dirimu..
Dimanakah pergi rasa malu??
Pada Tuhan yang menciptakanmu?
Menganugerahkan kecantikan diri seorang wanita..

Sahabat2ku..
Aku tahu..kau bukan begitu..
Aku tahu..kalian wanita yang baik..
Kerna aku ini sahabat kalian..
Walau temuan kita seketika Cuma..
Namun mata hatiku menyatakan..
Kalian bukan wanita sebarangan..
Kalian wanita yang tahu menjaga maruah dan harga diri..
Kalian wanita yang Allah anugerahkan kelembutan hati..

Mengapa tiba-tiba dirimu berubah??
Apkah yang ada dlm hatimu?
Sungguh..aku benar2 tidak bisa mentafsir hatimu..
Hanya doa kupanjatkan..
Agar Allah mengurniakan hidayah itu untukmu..

sahabatku..
Tahukah kalian..
Hatiku tersentuh di dalam diam..
Hatiku menangis diiring sendu..
Melihat kau kian jauh dari penciptamu??
Melihat hilangnya rasa malu dlm dirimu..

Sahabatku..
Dunia ini cukup sekadar perhiasan..
Dunia ini cukup sekadar ujian..
Sampai masanya kita kembali kepada DIA..
Terkiralah amal..pahala dan dosa..
Waktu itu..rintihan tidak bermakna lagi..
Dimana mahu disorok wajah..
Malu hamba mengahadap Tuhan..


Duhai sahabat2 yang aku sayangkan kalian kerna Allah..
Andai kau perlukan teman untuk meluah rasa dukamu..
Andai kau perlukan teman untuk menghibur hatimu..
Insyaallah..Aku sedia mendengarnya..
aku bisa setia memanjat doa untukmu..

Percayalah duhai sahabat..
Tegurku bukan kerna marah..
bukan jua kerana benci..
Inikan pula iri hati mahupun dengki..
Tapi..kerna DIA..dan sayangnya aku pada kalian..

Friday, April 24, 2009

Al-kisah sipenjual tempe..


YAKINLAH PADA JANJI TUHANMU..

Kisah bermula..

Di sebuah kawasan pedalaman di Tanah Jawa,terdapat sebuah kampung..Di dalam kampung itu tinggal seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari... Ia merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyara hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.
Pada suatu pagi, seperti biasa..ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba - tiba dia tersedar yang tempenya yang diperbuat daripada kacang soya hari itu masih belum menjadi.. separuh jadi..Kebiasaannya tempe beliau telah masak sebelum bertolak... Lalu diperiksanya beberapa bungkusan yang lain..ternyata kesemuanya tempe-tempenya belum masak lagi.

Perempuan tua itu berasa amat sedih sebab tempe yang masih belum menjadi pastinya tidak akan laku dan tiadalah rezekinya pada hari itu..Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman Allah yang menyatakan bahawa Allah dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahawa bagi Allah tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa ,
"Ya Allah , aku memohon kepadaMu agar kacang soya ini menjadi tempe. Amin"
Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahawa Allah pasti memakbulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan hujung jarinya dan dia pun membuka sikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang soya itu menjadi tempe yang sudah masak. Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang soya.
Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Allah..Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi.
"Ya Allah, aku tahu bahawa tiada yang mustahil bagiMu..Bantu lah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe kerana inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang soyaku ini kepada tempe, Amin"

Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan itu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan hairan apabila tempenya masih tetap begitu!!

Sementara itu hari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mula didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walaubagaimanapun, kerana keyakinannya yg sangat tinggi dia bercadang untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan pemergian ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan masak. Dia berfikir mungkin keajaiban Allah akan terjadi semasa perjalanannya ke pasar.

Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa dan meneruskan perjalanan. Sampai di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya.. Hatinya betul-betul yakin yang tempenya sekarang mesti sudah menjadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum menjadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mula merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Allah kerana doanya tidak dikabulkan. Dia berasakan Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya punca rezekinya, hasil jualan tempe.

Dia akhirnya cuma duduk sahaja tanpa mempamerkan barang jualannya sebab dia berasakan bahawa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh menjadi. Sementara itu hari pun semakin petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mula kurang. Dia meninjau-ninjau kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahawa hari ini tiada hasil jualan yang boleh dibawa pulang.
Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahawa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir,

"Ya Allah, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum menjadi ini.."

Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita.

"Maaf ya, saya ingin bertanya, Makcik ada tak menjual tempe yang belum menjadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum berjumpa lagi."
Dia termenung dan terpinga-pinga seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum menjadi.
Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya..
"Ya Allah, saat ini aku tidak mahu tempe ini menjadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula..Amin".

Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah seronoknya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum menjadi! Dia pun rasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Allah. Wanita itu pun memborong habis kesemua tempenya yang belum menjadi itu.

Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya wanita itu,
"Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?"

Wanita itu menerangkan bahawa anaknya yang kini berada di England teringin makan tempe dari desa. Memandangkan tempe itu akan dikirimkan ke England, si ibu tadi kenalah membeli tempe yang belum jadi lagi supaya apabila sampai di England nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah menjadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak elok lagi dan rasanya pun kurang sedap.
Perempuan tua itu pun kehairanan dan berfikir rupa-rupanya doanya sudah pun dimakbulkan oleh Tuhan...

Moral:

Pertama: Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan sewaktu berdoa, padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan dan apa yang terbaik untuk diri kita.

Kedua:. Sentiasalah berdoa dalam menjalani kehidupan seharian kita sebagai hambaNya yang lemah. Jangan sekali-kali berputus asa terhadap apa yang dipinta. Percayalah bahawa Tuhan akan mengabulkan doa kita sesuai dengan rancanganNya yang mungkin di luar jangkaan kita.
Firman Allah di dalam Surah Al-Mukmin: 60
Dan berkata Tuhan kamu: berdoalah kepadaKu,nescaya aku perkenankan untukmu..
Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Allah
Keempat : Kita sering ingin Allah memenuhi hak kita sedang kita tidak pernah mahu memenuhi hak Allah seperti menjaga SEMBAHYANG 5 WAKTU , menyegerakan solat, berkata-kata perkara yang berfaedah dan berpesan ke arah kebaikan..
p/s: kisah ini ana terima dari seorang sahabat..cuma ana tambahkan hadith dan ayat-ayat Al-Quran..kisah yang baik bukan!semoga kita semua dapat sesuatu dari kisah ini..apa yang penting..kita harus yakin dengan janji Allah..percayalah, Allah akan memakbulkan doa kita..andai dia tidak memakbulkan doa kita segera..pasti Dia memakbulkannya nanti..atau mungkin Allah merencanakan sesuatu yang lebih baik untuk kita kerana hanya Dia Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita..andai tidak di dunia ini..mungkin diakhirat..yang peting..kita harus bersabar..

Teruskan berdoa saudara-saudaraku.. jangan pernah putus asa untuk berdoa kepada-Nya..

Dari Abu Hurairah r.a bahawasanya Nabi SAW bersabda: Allah sentiasa memperkenankan doa seorang hamba selama doa itu tidak mengandungi dosa atau memutuskan silaturrahim dan selama tidak minta cepat-cepat diperkenankan.” Lalu beliau ditanya orang,” apakah maksudnya minta cepat-cepat?”jawab baginda umpamanya seorang berkata dalam doanya” Aku telah mendoa, tetapi aku belum melihat doaku diperkenankan..Lalu dia putusa asa dan berhenti berdoa..
Hadith Riwayat Tarmizi:
Tiada sesuatu yang lebih mulia menurut pandangan Allah Taala selain doa..